Pages

Rabu, 29 Mei 2013

Pesona Rinjani dari Desa Wisata Sembalun

Desa wisata Sembalun berada di ketinggian 1156 meter dpl dan merupakan wilayah paling dekat dengan gunung Rinjani yang oleh masyarakat Lombok dianggap sebagai pusat kekuatan kosmos. Jaraknya dari Mataram sekitar 110 km. Seperti halnya daerah yang dekat dengan pegunungan, Sembalun mempunyai panorama yang cantik plus tanah yang subur. Tak heran jika Sembalun merupakan daerah penghasil rempah terbesar di Nusa Tenggara Barat serta pemasok buah-buahan untuk seluruh Lombok.
Banyak aktivitas wisata yang bisa Anda lakukan jika berlibur ke Sembalun. Anda bisa ikut melakukan kegiatan bertani. Di tempat ini banyak terhampar ladang kentang, bawang, arcis, tomat dan syur-sayuran lainnya. Saat masa panen, kita bisa ikut memetik aneka hasil bumi tersebut bersama para petani. Atau bisa juga sekedar melihat panen raya yang biasanya terjadi pada bulan Juli sampai September.

Puas memamen buah dan sayur, kita bisa soft trekking melintasi bukit Sembalun dan melihat keindahan desa ini dari ketinggian. Salah satu spot soft trekking yang disukai wisatawan adalah desa Belek. Di desa ini kita bisa melihat rumah tradisional masyarakat suku Sasak atau yang biasa disebut dengan Bale Belek. Menurut cerita sejarah, konon Desa Belek adalah desa pertama Sembalun dan menjadi awal mula kawasan ini. Dari desa Belek, kita bisa menuju ke bukit anak dara yang berada persis di belakang desa ini. Di titik ini kita bisa melihat pemandangan alam yang jauh lebih lengkap dan indah. Ada areal persawahan, pedesaan dan Gunung Rinjani yang menjulang indah.
Untuk mempermudah wisata ke desa Sembalun dan mendapatkan spot-spot yang mengasyikkan sebaiknya Anda ditemani seorang guide yang akan mengarahkan perjalanan wisata kita. Di desa ini kita bisa mendatangi CDC (Community Development Center). Organisasi ini beranggotakan warga Desa Sembalun yang sudah mengerti dan hafal benar desa mereka. Kita bisa memilih guide yang akan mengantarkan kita dengan tarif berkisar antara Rp. 50 ribu hingga Rp. 75 ribu per hari.

Oya, Sembalun tidak hanya menawarkan wisata alam, namun juga sentra kerajinan. Di desa ini terdapat kerajinan tenun yang dikerjakan oleh masyarakat dengan menggunakan alat tenun tradisional dengan motif – motif lama. Kita bisa melihat bagaimana warga ini membuat kain tenun yang rumit namun mampu menghasilkan kain indah. Kita bisa membeli langsung dari para perajinnya dengan harga yang bervariasi tergantung motif, ukuran dan jenisnya. Harga tenun disini biasanya berkisar dari Rp. 150 ribu hingga Rp. 400 ribu rupiah.
Untuk menuju Sembalun ada dua pilihan rute. Pertama disebut rute timur yakni melewati Masbagik – Aikmel – Suela – Lemor – Pesugulan – dan Pusuk Sembalun. Sedangkan rute utara melewati Gunung Sari – Pusuk Pass – Pamenang – Tanjung – Bayan – Sajang. Jika ke Sembalun dengan menggunakan angkutan kota membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam namun jika memakai kendaraan pribadi kita bisa menghemat waktu 1,5 jam. Dari Terminal Bertais, Anda harus naik bus jurusan Aikmel. Dari Aikmel kita bisa mendapatkan angkutan langsung ke Sembalun, namun jika tidak Anda harus naik ojek ke Sembalun. Atau jika menggunakan taxi Anda harus membayar sekitar Rp. 450 ribu.
Karena merupakan desa wisata, jarang wisatawan yang hanya datang sebentar lalu pergi lagi. Mereka biasanya menginap dalam waktu yang cukup lama untuk menikmati pesona keindahan Desa Sembalun. Ada beberapa penginapan dan homestay yang bisa Anda singgahi selama di Sembalun seperti Maria Guest House, Ulan Homestay and Tourist Information dan Lembah Rinjani. Atau jika ingin tetap menginap di Mataram, Anda bisa memilih beberapa hotel seperti Grand Legi Hotel, Griya Asri Hotel dan Bidari Hotel.

Untuk lebih memudahkan kita juga bisa mengikuti paket wisata desa Sembalun selama 1 hari meliputi rumah adat Desa Belek, bukit anak dara, sawah strawberry dan sentra tenun dengan biaya Rp. 250 ribu sudah termasuk transport, makanan ringan, dan guide. Menyenangkan bukan? 

Sumber: http://lombok.panduanwisata.com/wisata-alam/pesona-rinjani-dari-desa-wisata-sembalun/

TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur. 

Secara administratif gunung ini berada dibawah tiga kabupaten yaitu: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m x 4.800 m, memanjang kearah timur dan barat. Di kaldera ini terdapat danau Segara Anakan seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut "Segara Anak". Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut, dan disebelah timurnya terdapat gunung Baru yang oleh bahasa setempat disebut dengan Gunung Baru Jari. yang memiliki kawah seluas 170 x 200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Pada tahun 1994 gunung Baru Jari ini meletus dan memuntahkan isi perutnya di sekitar danau Segara Anakan.

Geografi
Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 m dpl, mendomonasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan feri dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta, Surabaya dan Bali.
 
Pendakian
Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari Penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga summit attack bisa dilakukan kapan saja.

Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau kawah di ketinggian 2.000 mdpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 500 mdpl dan 1.200 mdpl). Kebanyakan pendaki menyukai start entry dari arah Sembalun, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). Sunblok krem sangat dianjurkan.


Sedangkan dari arah Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut krn melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 9 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.700 mdpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.

Untuk mencapai puncak (dari arah Danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan "passion".


Sumber: rinjanionline.com 
TRADISI BAU NYALE

Tradisi yang sering dilakukkan oleh masyarakat pulau Lombok, disini sering disebut dengan tradisi Bau Nyale. Nyale tersebut di maksudkan hewan kecil, yang nantinya ditangkap oleh masyarakat dan dapat dikonsumsi. Konon katanya Tradisi ini diambil dari suatu dongeng atau legenda masa lalu.
Bau Nyale adalah sebuah pesta Rakyat yang secara rutin dilakukan setiap tahun Upacara ini dilakukan atas dasar sebuah cerita legenda/ cerita rakyat yang berkembang di Daerah Lombok Tengah bagian selatan tepatnya pada masyarakat komunitas Pujut
Pujut adalah sebuah nama Kecamatan yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Lombok Tengah, berada pada posisi selatan/tenggara dari titik Ibu Kota Lombok Tengah ( Praya ) dengan jarak tempuh sekitar 15 km menuju selatan. berikut ini gambaran dongeng menurut cerita zaman dulu..?
menurut kebiasaan masyarakat dalam melakukan upacara ini dilaksanakan di Pantai Seger Kuta (Pantai selatan) konon cerita bahwa Seorang Raja bertahta disebuah Kerajaan bernama Kerajaan Tunjung Bitu dalam lontar tertulis dengan literatur Jejawen Tonjeng Beru, Sang Raja memiliki seorang Putri cantik jelita, cerdas dan bijak, Putri Raja itu bernama Putri Mandalika kelebihan yang dimiliki Sang Putri tersebar keseluruh kerajaan bahkan sampai di Negeri sebrang, Sang Raja bersudara tujuh orang dan masing-masing memimpin kerajaan, diantara semua Raja-raja yang mengetahui adanya Putri yang sangat cantik di Kerajaan Tunjung Biru, akhirnya mereka memerintahkan Putra Mahkota masing-masing untuk meminang Putri Mandalika
Saking arif dan buijaknya Sang Putri, semua Putra Mahkota yang datang melamarnya disanggupi, diluar kesadaran Sang Putri, bahwa sikapnya itu sikap yang kurang baik dan akan menjadi riskan bagi dirinya, sebagai seorang Putri Raja, Putri Mandalika memiliki prangai pendiam, sulit untuk mengutarakan permaslahan yang sedang dihadapinya, akhirnya semua tunangannya itu disanggupi pada tanggal dua puluh bulan sepuluh penanggalan Sasak, dimana pada waktu yang ditentukan Sang Putri tersebut adalah bulan-bulannya musim penghujan.
Tiba saatnya janji Sang Putri tersebut, maka semua Putra Mahkota datang bersama pasukan pengawalnya dengan membawa harta lamaran masing-masing, tidak dapat dielakkan lagi pertempuran terjadi disepanjang jalan menuju Tonjeng Beru sebagai akibat dari janji kolektif yang diucapkan sang putri kepada semua calon suaminya, Sang Putri mendengar berita tentang terjadinya pertempuran dalam perjalanan, Sang Putri semakin panik bahkan gusar sekali, akan tetapi walau demikian yang dipikirkan Sang Putri tidak akan mencetuskan perasaannya hatta kepada dayangnya sekalipun apalagi akan minta pendapat dari Sang Raja (ayahandanya).
Adalah hal yang sangat tidak disangka keputusan yang diambil dalam rangka mempertahankan konsistensinya, Sang Putri menceburkan dirinya kelaut yaitu tepatnya di pantai Segter, ketika SangPutri menceburkan dirinya ke laut itu, Putri Mandalika berpesan kepada segenap yang hadir dengan ucapan :
Wahai Kakanda-kakandaku yang sangat aku cintai dan kasihi, serta seluruh kalewarga Kerajaan Tonjeng Beru / Tunjung Biru aku ini telah melakukan kesalahan ( Nyalaq) karena semua kakanda-kakandaku adalah Satria yang gagah berani dan sakti mandraguna, disamping itu aku sangat mengasihi kalian sebagai kalawarga Tunjung Biru, jika aku diboyong oleh salah seorang kesatria yang ada ini, jelas akan timbul pertumpahan darah dan aku tidak akan bersama lagi dengan kalian, hal ini yang tidak dapat aku lakukan dan tidak akan pernah ada dihati dan pikiranku, sebagai seorang putri Raja yang konsekwen (Tindih) tidak akan pernah mengingkari janjinya, maka untuk memnuhi janji yang pernah aku ucapkan, maka aku akan menceburkan diri dilaut selatan ini, kelak pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak, aku akan muncul dengan wujud lain agar semua orang tidak ada kecuali akan menikmati dan merasakan kehangatanku
Begitu ucapan Sang Putri berakhir, pada saat itulah Sang Putri menceburkan dirinya kelaut, sebagai mana fatwa Sang Putri, hingga saat ini oleh masyarakat komunitas Pujut khususnya setiap tahun selalu merayakan pesta Bau Nyale sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, oleh karena event ini tetap diselenggarakan oleh masyarakat bahkan juga dari luar Daerah juga ikut partisipasi, maka Pemda Kab. Lombok Tengah memperhatikan ini sebagai asset budaya yang setiap penyelenggaraannya telah menjadi koor event kegiatan budaya nasional.

Sumber: http://apm-praya.blogspot.com/2013/04/ragam-budaya-lombok.html
TRADISI PERANG TOPAT
 

Perang Topat yaitu saling melempar dengan ketupat antara peserta yang ada di halaman Kemaliq yaitu tempat yang sangat disucikan atau dikeramatkan oleh sebagian Suku Sasak, dengan diluar Kemaliq maupun Pura Gaduh yaitu sebuah bangunan pura yang terdapat di Pura Lingsar.

Dalam pelaksanaan Upacara Pujawali dan Perang Topat ini terdapat berbagai persiapan yang dilakukan, yang juga masuk sebagian dari upacara ini secara ritual, persiapan upcara ini sudah dimulai beberapa hari sebelumnya. Sedangkan untuk memeriahkan dan menyemarakan upacara ini beberapa hari sebelum dan sesudahnya diadakan berbagai macam hiburan dan kesenian untuk rakyat.
Sebelum Perang Topat dimulai Kebon Odek dikeluarkan dari Kemaliq yang terdapat di Pura Lingsar Kecamatan Narmada yang bertujuan untuk menjemput Pesajik (sesajen) kemudian dikelilingi sebanyak 3 kali di Kemaliq lalu di upacarakan. Sesudah upacara Pujawali, dilakukan acara Perang Topat.
Bahan (ketupat) perang dibuat oleh masyarakat subak, baik diperintah maupun tidak oleh para pekasih, mereka membawa ketupat ke Kemaliq bila acara Pujawali tiba, dan dikumpulkan oleh Pekasih. Ketupat untuk perang sebelumnya ditempatkan di Kemaliq untuk turut serta di upacarakan / disucikan. Ketupat (kecil) dibuat dari janur muda serta diisi beras dan dimasak.
Perang Topat mempunyai makna :
” Permohonan kemakmuran agar mendapatkan rezeki yang berlimpah bagaikan hujan ketupat tersebut. ” Diyakini sebagai anugrah sesari yang dianggap mengandung (air kehidupan) diperebutkan oleh masyarakat yang percaya, kemudian ditaburkan diatas tanah pertanian maupun di tempat yang di jadikan sumber penghasilan.
Perang Topat dimulai pada sore hari yang istilah bahasa Sasaknya Waktu Rorok Kembang Waru (gugurnya kembang pohon waru) sekitar jam 16:00 WITA dan berakhir menjelang malam tiba.
Pada malam harinya dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian drama gong dan berbagai jenis kesenian selama tiga hari yang diselenggarakan oleh Kerama Pura hingga berakhirnya rentetan kegiatan acara Perang Topat.


Sumber: http://apm-praya.blogspot.com/2013/04/ragam-budaya-lombok.html

REBANA, NYANYIAN RELIGI LOMBOK



Kebudayaan Lombok timur identik dengan budaya islam karena sebagian masyarakatnya beragama islam. Salah satu Sebuah bentuk alat musik akulturasi kebudayaan bangsa Arab dengan etnis Sasak. Musik jenis ini banyak sekali dijumpai di daerah Lombok. Seluruh alat (instrumen) orkestra ini terbuat dari kulit dan kayu. Tetapi dalam perkembangannya ada yang menambah alatnya dengan instrumen besi (rincik, kenceng).

Jumlah instrumen orkestra rebana ini tidak selalu sama. Ada yang hanya terdiri dari 12 buah, dan ada yang lainnya.

Nama – namanya adalah :
  1. Ceroncong atas
  2. Pengempat atas
  3. Panglima atas
  4. Pemotoq tengaq
  5. Penengaq tengaq
  6. Ceroncong tengaq
  7. Pengempat tengaq
  8. Panglima tengaq
  9. Pemotoq bawaq
  10. Penengaq bawaq
  11. Ceroncong bawaq
  12. Pengempat bawaq
  13. Penglima bawaq
  14. Gegendang
  15. Kekenceng

Musik rebana sering dipakai dalam mengiringi arak – arakan pengantin (nyongkol) yaitu arak – arakan pengantin pada waktu pesta perkawinan dimana penganten laki – laki dan penganten perempuan diarak dari rumah penganten laki ke rumah penganten perempuan. Selain itu juga digunakan untuk arakan khitanan.

Pada arak – arakan khitanan, anak yang dikhitan akan dinaikkan dalam usungan berbentuk kuda yang disebut sebagai “jaran jorong”. Pada saat itulah, rebana mengiringi arak – arakan tersebut.

Rebana pada awalnya digunakan untuk mengiringi dzkir yang disebut “burdah” atau “kesidah”. Di desa Lendang Nangka, kesenian Rebana ini terdapat di Dusun Punik.

Sumber.http://lendangnangkatour.blogspot.com/2010/08/rebana-nyanyian-religi-lombok.html

 LOMBOK DALAM SEJARAH


Menurut isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di pulau ini bernama Kerajaan Laeq (dalam bahasa sasak laeq berarti waktu lampau), namun sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan bahwa kerajaan tertua yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan dipimpin oleh Raja Betara Indera. Kerajaan Suwung kemudian surut dan digantikan oleh Kerajaan Lombok. Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri Kerajaan Sasak yang kemudian dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal dari Bali pada masa itu. Beberapa kerajaan lain yang pernah berdiri di pulau Lombok antara lain Pejanggik, Langko, Bayan, Sokong Samarkaton dan Selaparang.
Kerajaan Selaparang sendiri muncul pada dua periode yakni pada abad ke-13 dan abad ke-16. Kerajaan Selaparang pertama adalah kerajaan Hindu dan kekuasaannya berakhir dengan kedatangan ekspedisi Kerajaan Majapahit pada tahun 1357. Kerajaan Selaparang kedua adalah kerajaan Islam dan kekuasaannya berakhir pada tahun 1744 setelah ditaklukkan oleh gabungan pasukan Kerajaan Karangasem dari Bali dan Arya Banjar Getas yang merupakan keluarga kerajaan yang berkhianat terhadap Selaparang karena permasalahan dengan raja Selaparang. [3]. Pendudukan Bali ini memunculkan pengaruh kultur Bali yang kuat di sisi barat Lombok, seperti pada tarian serta peninggalan bangunan (misalnya Istana Cakranegara di Ampenan). Baru pada tahun 1894 Lombok terbebas dari pengaruh Karangasem akibat campur tangan Batavia (Hindia Belanda) yang masuk karena pemberontakan orang Sasak mengundang mereka datang. Namun demikian, Lombok kemudian berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda secara langsung.
Masuknya Jepang (1942) membuat otomatis Lombok berada di bawah kendali pemerintah pendudukan Jepang wilayah timur. Seusai Perang Dunia II Lombok sempat berada di bawah Negara Indonesia Timur, sebelum kemudian pada tahun 1950 bergabung dengan Republik Indonesia.
Disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, penduduk pulau Lombok (terutama suku Sasak), menggunakan bahasa Sasak sebagai bahasa utama dalam percakapan sehari-hari. Di seluruh Lombok sendiri bahasa Sasak dapat dijumpai dalam empat macam dialek yang berbeda yakni dialek Lombok utara , tengah, timur laut dan tenggara. Selain itu dengan banyaknya penduduk suku Bali yang berdiam di Lombok (sebagian besar berasal dari eks Kerajaan Karangasem), di beberapa tempat terutama di Lombok Barat dan Kotamadya Mataram dapat dijumpai perkampungan yang menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa percakapan sehari-hari.
Sebagian besar penduduk pulau Lombok terutama suku Sasak menganut agama Islam. Agama kedua terbesar yang dianut di pulau ini adalah agama Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali yang berjumlah sekitar 15% dari seluruh populasi di sana. Penganut Kristen, Buddha dan agama lainnya juga dapat dijumpai, dan terutama dipeluk oleh para pendatang dari berbagai suku dan etnis yang bermukim di pulau ini. Organisasi keagamaan terbesar di Lombok adalah Nahdlatul Wathan (NW), organisasi ini juga banyak mendirikan lembaga pendidikan Islam dengan berbagai level dari tingkat terendah hingga perguruan tinggi.
Di Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di daerah Bayan, terutama di kalangan mereka yang berusia lanjut, masih dapat dijumpai para penganut aliran Islam Wetu Telu (waktu tiga). Tidak seperti umumnya penganut ajaran Islam yang melakukan salat lima kali dalam sehari, para penganut ajaran ini mempraktikan salat wajib hanya pada tiga waktu saja. Konon hal ini terjadi karena penyebar Islam saat itu mengajarkan Islam secara bertahap dan karena suatu hal tidak sempat menyempurnakan dakwahnya.
Di Cakranegara (dulu bernama kerajaan Cakranegara) Kota Mataram sekarang, dulunya ditemukan Naskah Lontar Kuno oleh Ekspedisi belanda (KNIL) kemudian diambil lalu dibawa ke Belanda, naskah lontar ini sebenarnya berada di Kerajaan Selaparang (sekarang sekitar daerah Pringgabaya, Lombok Timur), namun pada saat peperangan antara Bali dan Lombok, kerajaan Selaparang telah kalah karena diserang secara tiba-tiba, dan akhirnya semua harta benda milik kerajaan selaparang dirampas oleh pasukan Bali, sisa-sisa yang tidak terbawa kemudian dibakar. Termasuk mahkota emas Raja selaparang (Pemban Selaparang) dan naskah lontar Negara Kertagama yang sedang dipelajarai oleh para Putra dan Perwira kerajaan Selaparang. halaman ini ditambahkan oleh Lalu Zulkarnain, bekerja pada Sekretariat Daerah Kota Mataram.
Selat Lombok menandai batas flora dan fauna Asia. Mulai dari pulau Lombok ke arah timur, flora dan fauna lebih menunjukkan kemiripan dengan flora dan fauna yang dijumpai di Australia daripada Asia [2]. Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace, seorang Inggris di abad ke-19. Untuk menghormatinya maka batas ini disebut Garis Wallace.
Topografi pulau ini didominasi oleh gunung berapi Rinjani yang ketinggiannya mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut dan menjadikannya yang ketiga tertinggi di Indonesia. Gunung ini terakhir meletus pada bulan Juni-Juli 1994. Pada tahun 1997 kawasan gunung dan danau Segara Anak ditengahnya dinyatakan dilindungi oleh pemerintah. Daerah selatan pulau ini sebagian besar terdiri atas tanah subur yang dimanfaatkan untuk pertanian, komoditas yang biasanya ditanam di daerah ini antara lain jagung, padi, kopi, tembakau dan kapas.
Disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, penduduk pulau Lombok (terutama suku Sasak), menggunakan bahasa Sasak sebagai bahasa utama dalam percakapan sehari-hari. Di seluruh Lombok sendiri bahasa Sasak dapat dijumpai dalam empat macam dialek yang berbeda yakni dialek Lombok utara , tengah, timur laut dan tenggara. Selain itu dengan banyaknya penduduk suku Bali yang berdiam di Lombok (sebagian besar berasal dari eks Kerajaan Karangasem), di beberapa tempat terutama di Lombok Barat dan Kotamadya Mataram dapat dijumpai perkampungan yang menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa percakapan sehari-hari.

Bale Siap Negosiasi dengan Madrid

LONDON, KOMPAS.com — Pemain sayap Tottenham Hotspur, Gareth Bale, siap bernegosiasi dengan Real Madrid jika Madrid memang berminat merekrutnya. Namun, Bale hanya akan bernegosiasi dengan Madrid jika diizinkan Tottenham. Demikian disampaikan agen Bale, Jonathan Barnett.

"Jika (Presiden Madrid) Florentino Perez tertarik kepada Bale, itu merupakan kehormatan dan kami akan mendengarkan. Namun, ia terikat kontrak dengan Tottenham. Kami tak bebas untuk bernegosiasi dengan siapa pun," ujar Barnett.

Bale masih terikat kontrak dengan Tottenham hingga 2016. Namun, menurut media-media Inggris dan Spanyol, Bale mungkin pindah ke Madrid akhir musim ini.

Spekulasi itu tak lepas dari pernyataan Perez pada Selasa (28/5/2013), yaitu bahwa ia berencana menjadikan Zinedine Zidane sebagai direktur olahraga Madrid.

Jika Zidane menjadi direktur olahraga Madrid, Bale berpotensi menjadi target transfernya, mengingat ia pernah beberapa kali mengatakan bahwa Bale adalah pemain yang paling memikatnya setelah Cristiano Ronaldo (Madrid) dan Lionel Messi (Barcelona).