Pages

Rabu, 22 Mei 2013

yang TUA yang bertahan
 
Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.
 Langkah-langkah memotret

1. Belajar untuk berpikir secara abstrak
2. Usahakan kaki Anda bergerak3. Gunakan "kekuatan bentuk" untuk membuat komposisi
5. Perhatian POI/COI
6. Pengulangan Visual (Pola) yang menarik
7. Menggunakan ruang sebagai elemen komposisi
8. Membingkai subjek Anda "FRAMING"
10. Menyediakan persiapan yang matang  untuk perjalanan sebelum memotret
 
 
 
 
 

Elemen Rule of Thirds dalam Fotografi

  Disebut juga  aturan 1/3 bagian merupakan suatu petunjuk bagaimana caranya memposisikan objek di 1/3 bagian dalam foto agar lebih enak dilihat. Aturan ini mungkin lebih tepat disebut sebagai panduan atau pedoman, karena tidak selamanya penempatan objek di 1/3 bagian foto lebih enak dilihat, tergantung dari objek dan hasil foto dari tiap fotografer. Untuk jelasnya pada ilustrasi gambar berikutPosisi 1/3 bagian adalah pada titik-titik persimpangan atau pertemuan antara garis horisontal dan vertikal (salah satu posisinya adalah pada titik di bulatan biru), dan juga pada sepanjang garis vertikal atau horisontal (salah satu posisinya pada garis horisontal biru).

rule of third composition

Teknik Pemotretan Fotografi Pemula


Membuat foto indah melibatkan pemikiran-pemikiran dan ide yang kreatif. Meskipun sering terbantu dengan peralatan fotografi yang bagus, namun yang Anda perlukan sebelum pengambilan foto adalah berpikir dan mengerti tentang apa yang Anda coba tangkap dari objek atau yang akan Anda ciptakan dari objek.

berikut tips dari saya:
1. Potret lebih dekat ke Point Of Interest (POI, fokus utama dalam foto)
2. Potret dengan cepat untuk menangkap momen
3. Hati-hati dalam mengkomposisi objek dalam foto
4. Selektif dalam menampilkan elemen-elemen dalam foto
5. Fokus pada objek
6. Perhatikan sumber cahaya
7. Berani dalam memotret

"Jangan takut untuk mencoba"
       

Sabtu, 11 Mei 2013


Menuntut Keadilan di Tangan Keadilan 

Hentikan Penindasan terhadap Kaum Buruh, NOL KM Jogja 1 Mei 2013
     Kaum buruh yang merupakan tulang punggung suatu perusahaan milik Negara dan Swasta di negri ini masih saja kita saksikan di anaktirikan. sehingga banyak Buruh-buruh di negara ini turun kejalan dan menuntut untuk di naikkan upah kerjanya. 
Aliansi masyarakat papua
"Merdeka". Aliansi Mahasiswa Papua melekuakan aksi di NOL KM Jogja  dalam rangka menuntut "Hak Menentukan Nasib  Sendiri  Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua". NOL KM Jogja 01 Mei 2013.


Aliansi masyarakat papua menuntut kepada PBB dan Indonesia untuk segera:
  1. Berikan kebebasan dan hak menetukan nasib sendiri bagi Rakyat Papua sebagai solusi Demokratis.
  2. Tarik militer (TNI-Polri) Organik dan Non-organik dari seluruh tanah Papua.
  3. Hentikan eksploitasi dan tutup seluruh perusahaan milik kaum imperialis : Freeport, BP, LNG Tnagguh, Corindo, Medco, dll.
Demikian pernyataan bentuk perlawanan atas penjajahan, penindasan dan penghisapan oleh Indonesia dan tuannya kaum Imprealisme atas Rakyat Papua. 

Minggu, 05 Mei 2013

Tari Gandrung Masyarakat Sasak Lombok


Menurut seorang sumber, tarian Gandrung ini sudah di kenal sejak zaman Raja Airlangga di Jawa Timur. Pola tariannya pada kala itu tampak luar baisa Karena tidak mengikuti pola gerak serta iringan lagu yang sesuai dengan patokan yang lazim. Konon tarian ini lahir pada saat dimana tersedia perangkat gamelan yang baru selesai di gunakan dalam sebuah acara resmi. Para prajurit Kraton melihat kesempatan untuk bergembira dan mencoba memainkan alat tersebut seadanya.
Tari Gandrung benar-benar merupakan tari Rakyat pada arena terbuka yang di lingkari penonton dan fungsinya semata-mata untuk menghibur Rakyat seperti pada acara pesta Perkawinan,  Khitanan, dan pada hari-hari besar Nasional.  Gandrung tersebar di beberapa desa di pulau Lombok antara lain di Gerung  Lombok Barat, dan lenek Aikmel Lombok Timur.
Instrumen gandrung dalam bentuk okestra terdiri dari pemugah, saron, calung, jegongan, rincik, petuk, terompong, gender, redep, dan suling.